Harga Ekspor Karet Menurut Gapkindo Masih Lemah

Gapkindo

Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara memprediksi rata-rata harga ekspor karet dl semester pertama 2017 akan berada di kisaran harga 2.1 dolar Amerika Serikat (AS) per kilogram. Sekretaris Eksekutif Gapkindo, Edy Irwansyah mengatakan, seharusnya harga naik, tetapi dampak melemahnya harga minyak mentah menekan kenaikan harga karet tersebut.

‘Seharusnya harga bisa lebih tinggi karena permintaan sedang naik dan stok semakin menipis. Tetapi karena harga minyak mentah sedang turun, maka harga ekspor cenderung melemah.” ujarnya, Senin (10/4). Pada semester 1 perkembangan harga eskpor karet tidak begitu signifikan kenaikannya. Ada beberapa faktor yang membuat harga tersebut masih tertahan.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi harga ekspor karet masih tertahan yaitu harga minyak mentali dunia yang tetap bertalian di sekitar 50 U$ jadi kalau harga rendah maka korelasinya tetap rendah juga,” terangnya. Dibandingkan dengan 2016 lalu, maka harga tersebut cukup positif. Sementara kalau melihat dari awal 2017 maka memang kecenderungan terus mengalami penurunan.

‘Walaupun kecenderungan menurun tersebut masih angka rata-ratanya masih jauh lebih baik dari tahun lalu,” jelasnya. Ia menuturkan, sejalan dengan peningkatan permintaan dari konsumen utama karet alam yakni Amerika Serikat. Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Jepang dan India, stok karet semakin terbatas.

“Harusnya harga naik, tetapi dampak melemahnya harga minyak mentah menekan kenaikan harga karet. Pada Januari. harga ekspor karet masih bisa sebesar 2.11 dolar AS per kg dan balikan naik lagi di Februari menjadi 2.20 dolar AS per kilogram,” tuturnya.

“Pada 2016 sendiri, ekspor karet Sumut mencapai 421.670 ton. Diharapkan pada 2017, ekspor bisa meningkat sejalan dengan naiknya permintaan. Ekspor karet Sumut pada Januari-Februari 2017 sebanyak 76.329 ton dari 2016 yang sejumlah 71.347 ton.” katanya.

Pengusaha karet Chandra Ekajaya juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga karet Indonesia memang dapat dikatakan sebagai ujian para petani dan pengusaha karet seperti saya, ujarnya ketika tengah diwawancarai saat pertemuan yang diselenggarakan oleh Gapkindo di Hotel Hyatt Jakarta Pusat. Kabarnya melemahnya harga karet karena musim hujan yang tak kunjung selesai melanda di tanah air.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*