Emas Hitam Kesuksesan Pengusaha Chandra Ekajaya

dok.Pengusaha chandraekajaya

Pengusaha yang sosoknya begitu menginspirasi. Berkat kegigihan dan keuletannya, arang tempurung kelapa bisa dia ubah menjadi emas hitam. Dia adalah Chandra Ekajaya, petani arang tempurung kelapa dan pembina Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hebatnya, Pria sejak 2003 ini terjun langsung membersihkan tempurung kelapa. Mulai dari serabut-serabutnya untuk kemudian dijadikan arang. Berparas tampan murah senyum serta berjiwa sosial tinggi membuat pria asal Nganjuk ini dicintai banyak orang khususnya kaum Hawa. Mulai dari anak-anak jalanan hingga wanita pekerja seks komersil (PSK) tak sungkan dirangkulnya. “Jangan malu untuk memulai sesuatu dari bawah,” ujar dia saat berbincang. Berawal dari emas hitam inilah kehidupan Pria kelahiran Nganjuk 23 Agustus 1983 mengalir hingga ke Batam, Kepulauan Riau.

Menyadari bukan berasal dari keluarga berada, pengusaha sukses ini gigih menekuni setiap pekerjaan yang dijalaninya. Kehidupan masa remajanya bisa dibilang penuh dengan perjuangan. Anak ketiga pasangan Dewi Susiyati dan Pungkas Pamungkas ini, sejak semester pertama kuliah sudah nyambi bekerja paruh waktu sebagai penjual angkringan. Lulus kuliah, Dia menikah. saat itu mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan Bolam Lampu di Batam. Berawal dari sinilah hidupnya bergerak dari Nganjuk ke Batam.

Sebagai keluarga muda yang perlu dukungan finansial, Pengusaha sukses ini hanya menghabiskan waktunya dengan membuka usaha kecil-kecilan. Mulai dari wartel, menjadi distributor pulsa, membuka usaha Mini market dan Travel, membuka usaha percetakan serta berbagai usaha lainnya. Sayang, semua usaha yang dirintis itu berakhir dengan kegagalan. “Aku selalu berusaha keras dan menikmati semua pekerjaan walaupun itu gagal. Kita tidak akan bangkit kalau tidak merasakan jatuh, belajarlah dari kegagalan dan bergurulah dari keberhasilan,” kata Pria lulusan Teknik Elektro UGM ini.

Dengan bermodalkan sekitar 30 juta rupiah dari tabungannya sendiri, Pengusaha sukses ini melihat peluang di bisnis tempurung kelapa sangatlah cemerlang. Arang tempurung kelapa ternyata bisa di ekspor ke berbagai negara dan menjadi komoditas bisnis sangat tinggi di berbagai negara, karena digunakan sebagai bahan industri, farmasi dan lainnya. Meski prospeknya bagus, namun Chandra Ekajaya mengaku mengalami banyak kendala untuk memproduksi arang tempurung kelapa. Salah satunya, bahan baku tempurung kelapa masih terpencar-pencar di pasar-pasar tradisional.

“Modal awal usaha sendiri, bisnis itu tidak selamanya berjalan mulus. Untuk sekarang ini saja terlalu sulit mencari bahan baku. Bisnisku bisa dibilang belum bisa berkembang besar.” Saat memulai bisnisnya ini ia juga pernah diminta Bapedal Batam untuk menutup usaha pembuatan arang tempurung kelapa karena asapnya mencemari udara. Tetapi setelah Pengusaha ini menjelaskan usaha arang tempurung kelapa ini melibatkan banyak tenaga kerja dari kalangan orang-orang marjinal, Bapedal mengurungkan niatnya untuk menutup usahanya.

Hingga saat Pengusaha ini masih memproduksi arang tempurung kelapa untuk mensuplay ke Perusahaan yang memiliki kontrak ekspor ke berbagai negara. Selain arang tempurung kelapa yang memiliki nilai ekonomis tinggi, ternyata pengolahan asapnya juga menghasilkan liquid smoke. Produk ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dan banyak diperlukan di berbagai negara maju sebagai penganti formalin, pengental karet, sebagai bahan pembunuh hama dan pengganti insektisida. Permintaan liquid smoke, dari Hongkong, Jepang, dan negara maju Asia lainnya.

“Akhirnya ketemu juga solusinya. Produk Liquid Smoke ternyata banyak dibutuhkan di pasar dunia,” ujar pengusaha sukses ini. Ke depannya, dia memiliki keinginan mensinergikan potensi arang tempurung kelapa yang ada di seluruh propinsi Indonesia. ” Peluang usaha pembuatan arang tempurung kelapa ini berpotensi mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir yang biasanya berada di sentra-sentra penghasil kelapa dan sebagian besar masih miskin.”

 

Aplikasi Gas Treatment

  1. Solvent Recovery, untuk merecover organic content dalam rangka optimisasi ekonomi proses dan mengontrol emisi gas buang. Aplikasi penggunaan: Acetate fibres (acetone), pharmaceuticals (methylene chloride), film coating and printing (ethly acetate), magnetic tape (MEK).
  2. Karbondioksida, digunakan untuk pemurnian CO2 hasil fermentasi. Aplikasi penggunaan: Adsorption alkohol, amines dan mercaptans.
  3. Industrial respirators, digunakan untuk adsorpsi kandungan organic.
  4. Pembuangan Limbah Gas, Disposal of domestic, chemical dan klinical waste by high temperature incineration. Aplikasi Penggunaan: penghilangan logam berat dan dioksin dari gas buang.
  5. Rokok, digunakan sebagai filter. Aplikasi Penggunaan: Untuk mengekstrak elemen berbahaya dari asap rokok serta cita rasa.
  6. AC, Heating ventilation and air conditioning (HEVAC), diaplikasikan di airport, kantor, mall dll. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkanbau serta menyerap gas berbahaya.
  7. Composite fibres, Impregnation dari aktivated carbon powder dalam foam/fibre/non-woven substance. Aplikasi Penggunaan: Pengolahan udara, masker, sepatu untuk mengurangi bau serta pengolahan air.
  8. Fridge de-oderisers, in situ Filter Unit. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan bau busuk makanan, biasa digunakan dalam truk-truk pengangkutan makanan.

Aplikasi Liquid Treatment

  1. Potable water treatment, Granular activated carbons (GAC) diinstall dalam unit filter Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan kontaminan organik terlarut, menjaga rasa dan bau.
  2. Soft Drink, Potable Water treatment dengan sterilisasi klorine. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan klorine, dan adsorbsi kontaminan organic
  3. Bir, Potable Water Treatment Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan Trihalomethanes dan Phenolic
  4. Semi Konduktor, Ultra High Pemurnian air Aplikasi Penggunaan: Mengurangi total organic carbon (TOC)
  5. Gold Recovery, operasi dari Carbon in Leach (CIL), Carbon in Pulp (CIP) dan Heap Leach Circuit. Aplikasi Penggunaan: Recovery gold dari “tailing” terlarut dalam Sodium Sianida
  6. etrokimia, Recycle dari steam kondensat untuk BFW. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan kontaminan oil dan hydrokarbon.
  7. Air Tanah, kontaminasi dari industri. Aplikasi Penggunaan: Mengurangi Total Organic Halogen (TOX) dan menyerap Adsorbable Organic Halogen (AOX)
  8. Pengolahan Limbah Air, untuk mencapai standar lingkungan. Aplikasi Penggunaan: Mengurangi TOX, BOD, dan COD.
  9. Kolam Renang, yang melibatkan injeksi Ozone untuk menghilangkan kontaminan organik. Aplikasi Penggunaan: Menghilangkan sisa Ozone dan mengontrol level kloramine.

 

Cara membuat Arang Batok Kelapa

  1. Pembakaran dengan menggunakan Lobang dan Dapur Pengarangan Pembakaran dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut ini.
  2. Lobang atu dapur pengarangan diisi dengan tempurung setinggi 30 cm, kemudian dibakar. Bila lapisan tempurung ini mulai terbakar, ke atas lapisan yang sedang terbakar dimasukkan lagi tempurung baru sebanyak lapisan sebelumnya. Hal ini dilakukan terus sampai ruangan terisi penuh. Setelah itu, lobang atau dapur pembakaran ditutup dengan rapat. Jika menggunakan lobang pembakaran, ke atas penutup dapat ditambahkan tanah sehingga penutupan menjadi lebih rapat.
  3. Ke bagian tengah lobang atau dapur pengarangan diletakkan secara tegak lurus balo kayu atau bambu (diameter 15-20 cm), kemudian diisikan tempurung sampai penuh. Setelah itu, balok kayu atau bambu dicabut secara pelan-pelan dan hati-hati sehingga pada bagian tengah lobang atau dapur pengarangan terbentuk lobang kecil. Ke dasar lobang kecil ini dimasukkan sabut atau daun yang telah dibasahi dengan minyak tanah, kemudian dibakar. Tempurung akan terbakar dari dasar, kemudian akan merambat ke atas. Segera setelah semua tempurung terbakar, lobang atau dapur pengarangan ditutup dengan rapat. Untuk mengeluarkan asap, 2 kali sehari tutup di buka. Proses pengarangan ini berlangsung 5-7 hari.

 

Pembakaran dengan Menggunakan Kiln

  1. Kiln diisi dengan tempurung sepadat dan serapat mungkin. Kiln yang dibuat dari drum bekas dapat diisi 90 kg tempurung.
  2. Lobang udara baris pertama dan kedua dari atas ditutup. Setelah itu, ke dalam dasar ruang “kassa api pertama” dimasukkan bahan-bahan mudah terbakar, seperti daun kering dan sabut yang telah dibasahi dengan minyak tanah, dan dibakar. Kemudian kiln ditutup.
  3. Segera setelah tempurung pada dasar kiln terbakar, dan api mulai merambat ke bagian atas lobang ketiga yang terbuka, lobang ketiga tersebut ditutup rapat. Sementara itu, lobang baris kedua dibuka. Demikian seterusnya sampai ke lobang baris pertama (paling atas).
  4. Selama pembakaran, volume arang akan berkurang, karena itu tempurung dapat ditambahkan untuk memenuhi volume ruang pengarangan.

 

Pemilahan dan Pengemasan

Setelah selesai dibakar, arang dibakar. Arang yang belum terbakar sempurna dibakar kembali. Arang yang telah terbakar sempurna diayak dengan anyaman kawat (besar lobang 0,6-1,0 cm) untuk memisahkan tanah, debu dan kerikil. Sebelum dikemas, arang dibiarkan pada udara terbuka selama 12-15 hari. Setelah itu, arang dikemas di dalam kantung plastik, atau karung goni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*