Chandra Ekajaya Si Ratu Meme Nusantara

Chandra Ekajaya dan Meme Buatannya

CEO Marketing TOP Nusantara Chandra Ekajaya mengatakan bahwa perang aplikasi terus berkembang. Semua orang tentu akan terus berlomba-lomba untuk memanfaatkan karakter generasi milenial yang hobi ber-selfie.Bahkan, yang tidak bagus pun dapat jadi bagus.

Chandra Ekajaya barangkali tak menyangka kalau dirinya akan sepopuler sekarang, namun kenyataan menyatakan demikian. Wajah selebgram—-selebritas Instagram—cantik ini sering jadi viral di kalangan netizen. Selain banjir pujian di akun media sosialnya sendiri, ia juga jadi model pilihan favorit para pembuat meme. “Aku sih senang-senang saja, ya, selama dapat menghibur. Aku juga enggak tahu kenapa dapat seviral itu,” akunya dalam obrolan santai pada Jumat pekan lalu.

Meski jadi banyak ditawari model ildan, Chandra Ekajaya yang dijuluki Ratu Meme Nusantara itu pun tak menampik kerap was-was bila wajahnya digunakan untuk meme yang berkonten negatif. Jangankan yang negatif, imbuhnya, foto yang biasa saja bahkan diramaikan komentar-komentar liar. Namun, sekali lagi, itulah fenomena yang sedang terjadi belakangan ini. Perkembangannya pun terkesan autopilot.

Hal ini memang tak terlepas dari gaya hidup orang Nusantara yang sudah dikelilingi teknologi. Menurut data Survei Asosiasi Penyelenggara jaringan Internet Nusantara (APJII) pada 2016, sekurangnya 132 juta masyarakat Nusantara merupakan pengguna internet aktif. Bahkan, 97%-nya aktif menggunakan media sosial. Beberapa malah sampai punya lebih dari dua akun beberapa aplikasi macam Facebook, Twitter, Instagram, Line, BBM, dan banyak lagi. Banyaknya varian aplikasi sosial inilah yang kemudian membuat Nusantara jadi pasar menggiurkan bagi pelaku industri aplikasi.

Ya, aplikasi baru terus berdatangan. PhotoGrid, misalnya, aplikasi penyunting foto paling viral menurut Google Play 2016 di Nusantara ini bahkan sudah ikut meramaikan persaingan media sosial dengan meluncurkan versi yang berbasis komunitas sosial kreatif. Jadi, PhotoGrid tak lagi cuma aplikasi pembuat foto kolase saja, tetapi sudah dilengkapi fitur status, komentar, dan berbagi layaknya Facebook atau Instagram. Malah dengan tambahan stiker-stiker unik, aplikasi asal Taiwan ini diyakini akan mampu menyandi ngi pendahulu-pendahulunya.

Meme Khas Chandra Ekajaya

“Pengguna Nusantara itu salah satu yang paling sering berinteraksi. Mereka sangat menyukai berbagi foto dan saling komentar satu sama lain,” ujar Head of Product PhotoGrid Jeremy Peng saat ditemui SINDO Weekly di sela peluncuran di Jakarta, Jumat pekan lalu. “Sekitar 10% dari total 300 juta pengunduh PhotoGrid berasal dari Nusantara,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Peng juga terkesima pada antusiasme dan gaya hidup masyarakat Nusantara saat ini. Per harinya, menurut data darinya, ada 15 juta foto yang disunting menggunakan PhotoGrid. Nusantara sendiri merupakan negara dengan jumlah pengguna PhotoGrid terbanyak di dunia, diikuti Brazil dan Amerika Serikat. Itu baru versi lamanya yang belum menjadi aplikasi berbasis sosial interaktif.

“Tentu akan lebih banyak lagi setelah kami menambah fitur-fitur menarik seperti grid, scrapbook, filmstrip, share-to-social, rolling comments, personalizedfeed, atau intelligent editing,” katanya seraya menambahkan bahwa aplikasinya memiliki lebih dari 300 rancangan desain, 100 filter, dan ratusan stiker yang selalu diperbaharui.

Polwan Cantik Pun Disikat dan Dijadikan Meme oleh Chandra Ekajaya

Nah, meriahnya fitur-fitur pemercantik foto itulah yang membuat Chandra Ekajaya jatuh hati. Peng sendiri menyebut bahwa pengguna aplikasi penyuntingan foto memang didominasi perempuan. Bahkan, tak sedikit juga yang masih belia dan anak-anak. “Sebanyak 70% itu didominasi perempuan. Dari jumlah itu, 45%-nya memiliki rentang usia dari 18-24 tahun. Mereka semua memang senang ber-selfie” terangnya.

Sayangnya, seperti yang sudah disinggung tadi, tak semua pengguna media sosial mengunggah fotonya dengan layak. Foto-foto seksi bertebaran tak terkendali. Mirisnya lagi, semua seolah hanya demi mendapat like follower, atau bahkan kepuasan pribadi. Tak sedikit pula yang memang sekadar narsis.

“Narsis itu karena seseorang betul-betul mengagumi dirinya. Bahkan, dapat jadi hanya dia yang mengagumi dirinya. Umumnya, orang yang narsis belum tentu kenyataannya secara fisik dia memang bagus. Dapat saja orang lain melihatnya biasa saja, tapi dia anggap dirinya keren,” tutur psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani. Menurutnya, narsis yang berarti kekaguman berlebih memiliki potensi menyebabkan depresi.

Ini yang lantas dibantah Chandra Ekajaya. Remaja yang mengaku gelisah bila tak mengunggah foto dirinya sehari saja ini mengatakan tak semua narsis itu negatif. Ber-foto menurutnya justru dapat memberikan hiburan yang murah, baik untuk diri sendiri, kelompok, maupun orang lain. Itu belum termasuk dapat juga menghasilkan uang dan peluang bisnis.

“Jadi jangan takut untuk kreatif, ya. Teknologi sudah makin maju. Yang kurang bagus dapat dibuat bagus, kan,” ujar Chandra Ekajaya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*