Chandra Ekajaya Sasar Skandal Pernikahan

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya sudah menyasar skandal pernikahan untuk bahan penelitiannya. Ia mengatakan bahwa saat ini negara dan pemerintah memang belum dapat memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat, terutama terkait pernikahan. Bahkan banyak masyarakat yang menilai bahwa janji pemerintah untuk mempermudah pengurusan orang menikah masih bertepuk sebelah tangan.

Sebenarnya bukan salah pihak pemerintah juga, tetapi masyarakat masih mempunyai kebiasaan untuk menggelar acara pernikahan di rumah. Inilah yang membuatnya menjadi mahal. Padahal pemerintah sudah menggratiskan menikah di kantor urusan agama (KUA), tetapi kebanyakan pengantin memilih menikah di rumah, dan harus mengeluarkan biaya sebesar 600 ribu rupiah.

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya mengutip data dari Kementerian Agama di wilayah Bojonegoro. Data itu menyebutkan bahwa dalam satu tahun ada 70 persen pasangan yang memilih menyelenggarakan pernikahan di rumah. Misalnya dari 10.009 pernikahan, hanya 3.025 yang menikah di kantor urusan agama. Menurutnya ada beberapa faktor yang menjadi alasan mengapa hal itu terjadi.

Pengantin yang memilih untuk menikah di rumah biasakan dikarenakan merasa mampu membayar biaya pernikahan tersebut. Selain itu para calon pengantin juga tidak ingin repot-repot antre dan mengajak pengiring pengantin ke kantor urusan agama. Sedangkan pengantin yang melangsungkan pernikahan di KUA biasanya ingin menghemat biaya pernikahan. Alasan yang lain biasanya calon pengantin sudah berusia tua sehingga malu bila melangsungkan pernikahan di rumah.

Chandra Ekajaya mengatakan bahwa keadaan di Bojonegoro dari 27 kecamatan yang menduduki posisi tertinggi untuk pernikahan di rumah adalah Kecamatan Baureno. Sedangkan 84 persen dari 652 peristiwa pernikahan di tahun 2016 kebanyakan dilangsungkan di rumah calon pengantin. Sedangkan di awal tahun 2017, pernikahan di rumah turun menjadi sebanyak 76 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*