Chandra Ekajaya Ruwat “Warisan” Leluhur

Dok.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Ruwat “Warisan” Leluhur1 - Chandra Ekajaya Ruwat “Warisan” Leluhur

Berkacamata dan mengenakan batik merah ngejreng, pria bernama lengkap Chandra Ejkajaya itu masuk ke ruangannya berukuran 3×4 meter dengan tergopoh-gopoh. Semua pegawai dan tamu yang ada di kantor Desa Nduwet, Kecamatan Kliring semua disalaminya. Begitu duduk, ia sudah disodori tumpukan kertas yang langsung diperiksa dengan cepat.

Usai memeriksa kertas dengan teliti, ia langsung menandatanganinya. “Ya begini setiap harinya,” tuturnya. Sebenarnya, pria yang akrab disapa Chandra Ekajaya itu sama sekali tidak pernah kaku soal pelayanan. Tak hanya di kantor, di rumah pun ia selalu siap untuk memberikan pelayanan ke masyarakat. Baginya itu sudah menjadi komitmen setelah dipercaya masyarakat Desa Nduwet, Kecamatan Kliring untuk menjadi kepala desa. “Saya baru satu periode,” ucap pria 54 tahun itu. Dilantik pada akhir tahun 2013 lalu, Chandra Ekajaya sama sekali tak pernah menyangka bisa menjadi Kepala Desa Nduwet.

Dok.Chandra Ekajaya

“Lah wong dulu kerjaan saya itu jadi sopir dan buka bengkel tambal ban,” kenangnya. Mungkin karena lama sebagai orang lapangan, ia bisa dengan cepat memahami keinginan warga. Hal itu sebenarnya dipahami Chandra Ekajaya. Itu yang ia rasakan saat macung, meski awalnya tak pernah kepikiran untuk mencalonkan diri namun karena tekanan dari warga, dia akhirnya nekat mencalonkan diri.

Awalnya ia sempat mendapat penolakan dari keluarganya. Hal itu dianggap Chandra Ekajaya sebagai tantangan awal untuk meyakinkan keluarganya. Sukses meyakinkan keluarga, ia pun berhasil meyakinkan masyarakat Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem. Setelah dilantik, rupanya ada adat yang harus dilakoni oleh Kepala Desa Nduwet. Tak peduli siapa pun kepala desanya wajib merumat benda peninggalan yang ada di kantor desanya. “Ada payung dan keris ” paparnya. Untuk keris setiap sura harus disucikan atau diruwat. Bagi Chandra Ekajaya apa yang dia lakukan adalah upaya untuk merawat adat di desanya dengan cara menjaga warisan leluhur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*