Buaya Muara Diselundupkan lewat Pesawat

Buaya Muara Diselundupkan

Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan Kelas 1 Balikpapan berhasil menggagalkan upaya pengiriman satwa langka yang dilindungi. Tak tanggung-tanggung kali ini satwa yang coba diselundupkan adalah 2 ekor buaya muara. Kedua buaya mura tersebut berhasil diamankan saat hendak diselundupkan dalam sebuah paket pengiriman melalui Bandara Sultan Adji Muhhamad Sulaiman (SAMS), Sepinggan Balikpapan, Kamis (9/3).

Untuk mengelabui petugas, kedua buaya muara dimasukan kedalam sebuah kain yang sudah dilubangi untuk pernafasan, kemudian ditaruh di sebuah kotak bekas pengiriman buah-buahan serta dibungkus rapi dengan tulisan “makanan dan roti” yang dibawa dari Samarinda untuk tujuan Makassar.

Buaya Muara Diselundupkan

Ketika dilakukan X-ray terhadap kotak tersebut, yang tampak malah moncong dan ekor. Petugas Aviation Securitiy Bandara SAMS yang merasa curiga bahwa itu adalah buaya muara, segera menghubungi pihak Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan Kelas 1 Balikpapan. Ketika kotak dibuka, petugas terkejut karena ditemukan 2 ekor buaya muara dengan moncong terbuka berwarna agak kehitam-hitaman dengan panjang kurang lebih 70cm.

Menurut Muhammad Burlian, Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Kemanan Hasil Perikanan Kelas I Balikpapan, kedua buaya tersebut sangat berbahaya jika sampai dilepas. “Selain belum tentu cocok di habitat baru, buaya muara ini juga dapat mengancam keselamatan satwa lokal dan manusia,” kata Burlian. Diperkirakan buaya muara tersebut bisa tumbuh sampai berukuran 4-6 meter. Pihaknya masih bekerjasama dengan pihak keamanan untuk mencari tahu pemilik serta peruntukan buaya muara tersebut. Ia menjelaskan bahwa untuk izin pengiriman satwa harus mendapatkan izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat.

Kejadian ini merupakan kali pertama penyelundupan buaya muara melalui jalur udara, pihaknya saat ini sedang berusaha untuk mencegah peredaran satwa air yang saat ini marak. “Kami sedang berusaha untuk memetakan zona-zona yang saat ini menjadi titik rawan penyelundupan,” Ujar Burlian. Untuk itu pihaknya terus bekerjasama dengan berbagai fihak untuk mengurangi aktivitas yang merugikan alam dan negara.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*